Analisis Konsep Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Dalam Mengahadapi Era Revolusi Industri 4.0 Di Masa Pendemik Di STKIP Setia Budhi Rangkasbitung 2021

Oleh : Berita Mambarasi Nehe

Abstrak
Topik yang sedang diperbincangkan akhir-akhir ini di dunia pendidikan yaitu tentang Kampus Merdeka-Merdeka Belajar (MBKM) yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu dari kebijakan yang telah dibuatnya. Seiring perubahan waktu di era revolusi insdutri 4.0 yang sangat erat dengan teknologi ini, MBKM hendak memberikan kebebasan dan otonomi kepada Lembaga Pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai. Dasar hukum yang melandasi MBKM ini adalah mahasiswa diberikan hak untuk belajar di luar kampus selama tiga semester agar kualitas pembelajaran meningkat. Hasil dari observasi lapangan ditemukan bahwa STKIP Setia Budhi sedang mengikuti dan menjalankan program MBKM secara bertahap sebagaimana ditawarkan pemerintah seperti memberikan sosialisasi kepada seluruh sivitas akademik dan memberikan workshop kepada seluruh program studi mengenai program MBKM karena dengan menjalankan program MBKM memberikan pengaruh kepada kurikulum kampus sehingga perlunya diadakan revisi mengenai itu untuk dapat diadaptasikan dengan MBKM. Dari 8 program MBKM yang sedang dilaksankan adalah program kampus mengajar yang diikuti oleh 19 mahasiswa dari 2 program studi yaitu PGSD dan PBI (Pendidikan Bahasa Indonesia) dan 5 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari 2 program studi yaitu PGSD dan PGPAUD. Hal yang sangat penting dalam Merdeka Belajar bahwa mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang hebat yang diperoleh dari luar kampus sehingga akan memberikan dampak yang baik bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensinya yang matang di masa yang akan datang. Dari penelitian ini diharapkan STKIP Setia Budhi mampu beradaptasi dengan program MBKM untuk meningkatakan kampus lebih bermutu dan bereputasi sesuai dengan tantangan jaman.

The topic that is recently being discussed in the education field is about Kampus Merdeka -Merdeka Belajar (freedom to learn) which was initiated by the Minister of Education and Culture as one of the policies he has made. As time changes in the 4.0 industrial revolution era which is very close to the technology, MBKM tries to give freedom and autonomy to educational institutions, and freedom from bureaucratization, lecturers are freed from the freedoms given and the freedom to choose the fields they like. The legal basis that underlies this MBKM is that students are given the right to study off campus for three semesters so that the quality of learning increases. The results of field observations found that STKIP Setia Budhi is following and implementing the MBKM program in stages as offered by the government such as providing socialization to all academics and providing workshops to all study programs regarding the MBKM program because running the MBKM program has an influence on the campus curriculum so it is necessary a revision was made regarding it to be adapted to the MBKM. From the 8 MBKM programs that are being implemented, one program is being running, the name is campus teaching program which is attended by 19 students from 2 study programs, namely PGSD and PBI (Indonesian Language Education) and 5 Supervisors (DPL) from 2 study programs, namely PGSD and PGPAUD. The thing that is very important freedom to learn is that students will get great experiences from campus so that it will have a good impact on students in improving their best competencies in the future. From this research, it is hoped that STKIP Setia Budhi will be able to adapt all MBKM programs to improve the quality and reputation of the campus according to the challenges of the times.

Analisis Konsep Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Dalam Mengahadapi Era Revolusi Industri 4.0 Di Masa Pendemik Di Stkip Setia Budhi Rangkasbitung 2021 | Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Setia Budhi

Tinggalkan Balasan